Rusia: 975 objek infrastruktur militer Ukraina dilumpuhkan
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 3 kota dikuasai termasuk airdrome Chernobayevka Elena Teslova
27 Februari 2022•Update: 01 Maret 2022
MOSKOW
Jumlah infrastruktur militer Ukraina yang dinonaktifkan oleh Angkatan Bersenjata Rusia mencapai 975 selama sehari terakhir, menurut Kementerian Pertahanan Rusia pada Minggu.
Kementerian mengatakan mereka menggunakan rudal jelajah berbasis laut dan darat presisi tinggi untuk mencapai target.
Diantaranya adalah 23 pusat kendali dan komunikasi, tiga pos radar, 31 sistem rudal antipesawat S-300, Buk M-1 dan Osa, serta 48 stasiun radar.
Juga, delapan pesawat tempur dan tujuh helikopter, 11 kendaraan udara tak berawak, dua rudal taktis "Tochka-U" ditembak jatuh, bersama dengan 223 tank, dan kendaraan tempur lapis baja lainnya, 39 peluncur roket ganda, 86 artileri dan mortir lapangan, dan 143 unit kendaraan militer khusus.
Kota Kherson dan Berdyansk "diblokir sepenuhnya", sementara bandar udara Henichesk dan Chernobayevka dikuasai.
Kementerian menambahkan bahwa 28 jet tempur hancur di darat, mungkin di lapangan terbang Chernobayevka yang direbut.
Kementerian mengklaim bahwa militer Ukraina terus menolak untuk meletakkan senjata.
Khususnya pada Sabtu, di wilayah Kharkiv, Resimen rudal anti-pesawat ke-302 Angkatan Bersenjata Ukraina, yang dilengkapi dengan sistem pertahanan udara Buk M-1, menyerah secara sukarela, kata kementerian itu.
"471 prajurit Ukraina ditahan. Semua prajurit Ukraina diperlakukan dengan hormat dan bantuan. Setelah dokumen selesai, mereka akan dikirim ke keluarga mereka," katanya.
Sementara itu, pasukan daerah pemberontak Donetsk dan Luhansk bergerak maju sejauh 52 kilometer (32 mil) dan menguasai beberapa pemukiman, kata kementerian itu.
Ia juga menuduh Angkatan Bersenjata Ukraina menggunakan beberapa peluncur roket terhadap infrastruktur sipil di kota Mariupol.
"Pada 26 Februari, dari pukul 16.00 hingga 16.20 (1400-1420GMT), nasionalis Ukraina dari batalion Azov menyerang pemukiman warga Sartana di pinggiran Mariupol dan di sekolah No. 8 di kota Mariupol dengan peluncur roket berganda Grad. Akibatnya, terjadi perusakan bangunan tempat tinggal dan korban jiwa di kalangan penduduk sipil.
"Kementerian Pertahanan Rusia memperingatkan tentang persiapan provokasi semacam itu oleh nasionalis Ukraina," katanya.
Kementerian menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Rusia tidak menyerang kota dan pemukiman, sementara mereka mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan nyawa warga sipil.