JEDDAH, Arab Saudi
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa negaranya mendukung upaya Kuwait untuk menyelesaikan krisis antara negara-negara Arab, yang harus diselesaikan melalui dialog.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers gabungan dengan Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir, di kota Jeddah.
Dengan menyatakan bahwa Moskow mencari "cakrawala baru untuk kerja sama dengan Riyadh", Menlu Rusia menyatakan: "Tidak ada kontradiksi dengan Arab Saudi mengenai langkah-langkah penyelesaian konflik antara negara-negara Arab".
Juni, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain serempak memutus hubungan diplomatiknya dengan Qatar, dan menuding Qatar mendukung kelompok teroris.
Keempat negara tersebut juga memberlakukan embargo terhadap Qatar dan meminta Qatar untuk memenuhi daftar tuntutan mereka, termasuk di antaranya menuntut penutupan jaringan berita Al Jazeera yang berbasis di Doha.
Qatar telah menolak untuk mematuhi tuntutan dan tuduhan atasnya, dan menyebut embargo terhadap negaranya sebagai pelanggaran hukum internasional.
Dalam konferensi pers di Jeddah, Minggu, al-Jubeir berkata, posisi Riyadh dan Qatar "tidak akan berubah hingga Doha memenuhi permintaan kami".
Ia juga menekankan bahwa posisi Rusia dan Arab Saudi mengenai masalah ini "cenderung sama".
Pernyataan al-Jubeir muncul sehari setelah Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman menerima telepon dari Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang kemudian disebutkan bahwa ia ingin menyelesaikan konflik melalui dialog.
Mengenai konflik yang tengah berlangsung di Suriah, Lavrov mengapresiasi dukungan Riyadh untuk "proses politik" Suriah dan pembentukan zona de-eskalasi di negara yang dilanda perang tersebut.
"Pekan depan kemungkinan kami akan membuat kesepakatan untuk membangun zona baru di wilayah pedesaan [Suriah] Provinsi Idlib," tambahnya, dengan menekankan dukungan Moskow atas upaya Arab Saudi untuk menyatukan faksi-faksi oposisi Suriah.