Burç Eruygur
08 April 2026•Update: 08 April 2026
Pemerintah Rusia menyatakan pendekatan agresif terhadap Iran mengalami “kekalahan telak” setelah Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua pekan dengan Teheran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan narasi tentang peningkatan agresi dan klaim kemenangan dalam konflik tersebut tidak terbukti.
“Semua pernyataan tentang menjadi lebih agresif, lebih ofensif, serta klaim bahwa ‘kemenangan sudah dekat’ kembali mengalami kekalahan telak. Demikian pula pendekatan serangan agresif sepihak tanpa provokasi,” ujar Zakharova dalam wawancara dengan Sputnik Radio pada Rabu.
Ia menegaskan bahwa Rusia sejak awal telah menyerukan penghentian segera “agresi” terhadap Iran serta mendorong penyelesaian politik dan diplomatik yang nyata.
Zakharova juga menekankan bahwa tidak ada solusi militer untuk situasi tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan pada Selasa bahwa ia setuju untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua pekan.
Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga kini menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Iran juga membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz.