Chandni
18 April 2018•Update: 19 April 2018
JENEWA
Lebih dari 500 anak-anak dibebaskan dari kelompok-kelompok bersenjata di Sudan Selatan sejak awal 2018, kata lembaga UNICEF pada Rabu.
Menurut pernyataan UNICEF, setidaknya 207 anak-anak dibebaskan oleh kelompok-kelompok bersenjata di Sudan Selatan pada Selasa.
"Ini adalah pembebasan anak-anak untuk kedua kalinya, yang didukung oleh UNICEF, dimana hampir 1.000 anak-anak akan dibebaskan dari jajaran kelompok teror dalam beberapa bulan mendatang," kata pernyataan itu.
Pada awal Februari, lebih dari 300 anak dibebaskan di Yambio Town dan dikembalikan ke keluarga mereka atau dibawa ke pusat perawatan yang didukung UNICEF.
"Pembebasan terbaru 207 anak ini bagian dari upaya itu dan berlangsung di sebuah komunitas pedesaan bernama Bakiwiri, sekitar satu jam perjalanan dari Yambio," kata UNICEF.
"Tidak ada anak yang boleh dipaksa memegang senjata dan bertarung," kata Mahimbo Mdoe, perwakilan UNICEF di Sudan Selatan.
Menurut UNICEF, meningkatnya pertempuran pada Juli 2016 menghentikan rencana mereka membebaskan anak-anak dari kelompok bersenjata.
"207 anak-anak dibebaskan (112 anak laki-laki, 95 perempuan) itu dari jajaran Gerakan Pembebasan Nasional Sudan Selatan (SSNLM) - yang pada tahun 2016 menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah dan sekarang mengintegrasikan diri dengan tentara nasional - dan dari Oposisi Tentara Pembebasan Rakyat Sudan (SPLA-IO)," lanjut pernyataan itu.
Masih ada sekitar 19.000 anak yang bergabung dalam kelompok-kelompok bersenjata di Sudan Selatan, catat UNICEF.
UNICEF mendesak semua pihak dalam konflik itu untuk berhenti merekrut anak-anak ke dalam kelompok-kelompok bersenjata dan agar membebaskan semua anak dari jeratan mereka.