Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 Februari 2021•Update: 05 Februari 2021
Michael Hernandez
WASHINGTON
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada Rabu bahwa dia akan menggalang aksi komunitas internasional dan pemain kunci untuk melakukan segala kemungkinan demi menggagalkan kudeta di Myanmar.
Guterres mengatakan kudeta militer yang telah menyapu para pemimpin politik dan masyarakat sipil sejak Senin pagi benar-benar tidak dapat diterima.
"Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk memobilisasi semua aktor kunci dan komunitas internasional untuk memberikan tekanan yang cukup pada Myanmar demi memastikan bahwa kudeta ini gagal," kata Guterres dalam wawancara dengan The Washington Post.
Militer Myanmar, yang secara resmi dikenal sebagai Tatmadaw, mengumumkan keadaan darurat pada Senin, beberapa jam setelah menahan pemimpin de facto negara itu, Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan anggota senior lainnya dari partai berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).
Kudeta terjadi beberapa jam sebelum sesi pertama parlemen baru negara itu dijadwalkan untuk bersidang menyusul pemilu November lalu di mana partai NLD Suu Kyi memperoleh kemenangan besar.
Militer mengklaim kudeta itu dilakukan karena "kecurangan pemilu" dalam jajak pendapat, yang dianggap mengakibatkan dominasi NLD di parlemen.
Guterres menantang klaim militer, dengan mengatakan dia sangat yakin pemilihan dilakukan secara normal.
"Dia [Suu Kyi] terlalu melindungi militer, yakni terkait dengan apa yang terjadi dengan serangan dramatis tentara militer terhadap Rohingya," ujar dia.
Pada Rabu, Suu Kyi didakwa dengan beberapa tuduhan di bawah undang-undang ekspor-impor karena memiliki 20 walkie-talkie yang diimpor secara ilegal, yang disita di rumahnya selama penggerebekan pada Senin dini hari.