Maria Elisa Hospita
17 September 2020•Update: 17 September 2020
ANKARA
Selandia Baru memasuki resesi setelah ekonomi negara itu menyusut 12,2 persen pada Juni, yang merupakan penurunan ekonomi terbesar sejak 1987.
Ekonomi Selandia sudah dua kuartal berturut-turut terkontraksi atau tumbuh negatif.
Paul Pascoe, juru bicara Badan Statistik Nasional, mengatakan hal ini dipicu pembatasan sosial ketat selama pandemi Covid-19 yang diberlakukan sejak akhir Maret.
"Industri seperti ritel, akomodasi dan restoran, dan transportasi mengalami penurunan produksi yang signifikan karena secara langsung dipengaruhi oleh larangan perjalanan internasional dan lockdown yang ketat," jelas dia.
Resesi ekonomi yang dialami Selandia Baru terjadi sebulan jelang pemilihan umum.
Para pakar ekonomi mengatakan Selandia Baru akan pulih lebih cepat dibanding negara lain yang masih berjuang menangani pandemi.
Negara itu sejauh ini mencatat 1.809 kasus dengan 25 kematian, sedangkan 1.707 pasien telah dinyatakan pulih.
*Ditulis oleh Islamuddin Sajid