Megiza Soeharto Asmail
01 Desember 2018•Update: 03 Desember 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Senat Amerika Serikat meningkatkan upaya melawan Arab Saudi dengan memajukan legislasi untuk mengakhiri dukungan dalam perang sipil Yaman, tetapi harus melanjutkan upaya untuk sepenuhnya menegur Presiden AS Donald Trump, The New York Times mengatakan Jumat.
Pada hari Rabu, voting senator mencapai 63-37 yang mendukung memajukan resolusi untuk mengakhiri dukungan AS atas perang koalisi pimpinan-Saudi di Yaman, dan menggagalkan upaya oleh pemerintahan Trump untuk meyakinkan anggota parlemen untuk menentangnya.
Resolusi saat ini mulai bergerak ke lantai Senat, di mana itu akan diperdebatkan pada minggu depan.
The Times mengatakan dalam sebuah tulisan opini bahwa meskipun hasil keputusan itu sebagai bukti kemenangan, "kecuali Kongres memberlakukan dan menjalankan RUU itu, yang rasanya tidak mungkin, itu hanya akan menjadi sebuah teguran, dengan hanya memberi sedikit kenyamanan bagi orang-orang Yaman yang sedang kelaparan."
Apa yang membuat banyak anggota parlemen memilih mendukung resolusi itu adalah tidak adanya Direktur CIA Gina Haspel, yang ingin mereka tanyakan mengapa badan itu mengeluarkan laporan yang menyimpulkan bahwa Pangeran Saudi Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi.
Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Setelah awalnya mengatakan dia meninggalkan konsulat dalam keadaan hidup, beberapa minggu setelahnya pemerintah Saudi mengakui dia terbunuh di sana.
Trump telah menghadapi kritik keras atas keputusannya untuk mempertahankan hubungan dengan Arab Saudi setelah pembunuhan Khashoggi.
"Ketidakjelasan itu bahkan membuat Senator Lindsey Graham, anggota Partai Republik Carolina Selatan yang telah bermutasi dari kritikus Trump menjadi loyalis. Senator Graham mengatakan dia awalnya menentang tindakan itu tetapi kemudian beralih, menjelaskan, 'saya mengubah pikiran saya karena saya marah,'" tulis The Times.
Surat kabar itu juga menegaskan tanggapan oleh administrasi Trump yang membuat marah banyak orang di Washington karena mengganggu keseimbangan antara kepentingan Amerika dan nilai-nilai Amerika.
Meski begitu peluang resolusi Senat akan diadopsi oleh Kongres cukup kecil karena masih menghadapi pemilihan Senat terakhir, dan tidak memiliki banyak peluang untuk melewati Dewan Perwakilan pada akhir tahun, kata surat kabar itu.
Namun demikian, Times meminta senator untuk melanjutkan upaya untuk menuntut untuk mendengar dari Haspel, dan juga meminta para pemimpin dunia yang akan duduk bersama bin Salman pada KTT G20 di Argentina meminta pertanggungjawaban Arab Saudi atas tindakannya, dan mengingatkan 'bahwa tidak ada urusan yang seperti biasanya'.