Maria Elisa Hospita
29 Januari 2018•Update: 30 Januari 2018
Fouad Mussad
ADEN
Setelah bentrok dengan pasukan pemerintah, separatis selatan Yaman pada Minggu menduduki kantor pemerintah di kota pesisir Aden.
Sumber dari Dewan Transisi Selatan (STC) mengatakan, pasukan loyalis STC telah mengambil alih kantor pusat pemerintah di Aden dan juga berhasil memasuki kamp Brigade ke-3 Pasukan Presiden di kota tersebut. Namun, sumber militer pro-pemerintah, mengatakan bahwa kamp tersebut masih di bawah kendali Brigade ke-3.
Sementara itu, pihak medis mengatakan bahwa bentrokan tersebut telah menewaskan sedikitnya 20 orang.
Ketegangan di Aden telah meningkat sejak STC mendesak pembubaran pemerintah pimpinan Perdana Menteri Ahmed bin Daghr.
STC menuding pemerintah membiarkan rakyat kelaparan dan mendorong negara tersebut jatuh ke ambang bencana kelaparan.
Yaman telah dirundung konflik sejak 2014, yakni ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara tersebut, termasuk ibu kota Sanaa, yang memaksa pemerintah yang disokong Arab Saudi untuk mendirikan ibu kota sementara, Aden.
Satu tahun kemudian, Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arab melancarkan kampanye militer besar-besaran di Yaman untuk mengambil alih wilayah yang diduduki Houthi.