Muhammad Abdullah Azzam
25 Januari 2019•Update: 25 Januari 2019
Esref Musa, Burak Karacaoglu
IDLIB, Suriah
Setidaknya satu warga sipil tewas pada Kamis dalam serangan rezim Suriah dan kelompok-kelompok teroris pro-rezim di zona de-eskalasi Idlib barat laut Suriah.
Rezim dan kelompok-kelompok teroris dukungan Iran melancarkan serangan artileri ke desa-desa yang terletak di dalam zona de-eskalasi.
Pasukan rezim melancarkan serangan artileri besar-besaran ke daerah sekitar distrik Al-Lataminah dan Morik di utara provinsi Hama, dan Desa Janabira, Hasrayyah di Provinsi Idlib.
Menurut informasi yang diterima Anadolu Agency dari sumber pertahanan sipil, seorang warga sipil tewas, banyak warga sipil lainnya terluka dalam serangan-serangan pasukan rezim Assad itu.
Menurut laporan Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah yang dirilis bulan lalu, sebanyak 45 warga sipil tewas dalam serangan rezim di Idlib antara 17 September - 24 Desember tahun lalu.
Menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati daerah-daerah di mana mereka sudah hadir, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.