Chandni
07 Mei 2018•Update: 07 Mei 2018
Mutasim Billah
DHAKA, Bangladesh
Direktur Jenderal Serikat Arakan Rohingya Wakar Uddin mengatakan dia berharap Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan mendesak pemerintah Myanmar terkait isu Rohingya.
Sesi ke-45 Dewan Menteri Luar Negeri OKI dimulai di ibu kota Bangladesh, Dhaka, pada Sabtu.
Uddin mengatakan kepada Anadolu Agency, OKI memiliki pengaruh besar yang bisa mempercepat proses repatriasi. Komunitas Rohingya berharap mereka menggunakan kekuasaan itu untuk membantu mereka.
"OKI adalah harapan kami, dan mereka memiliki pengaruh yang besar," katanya.
Uddin mengatakan sesi khusus OKI di Dhaka bisa memberikan dukungan kepada Rohingya sehingga komunitas itu kemudian mampu mengekspresikan aspirasi politik, kemanusiaan dan HAM mereka.
Dia menyoroti potensi OKI untuk mempengaruhi AS, Inggris, Prancis, Tiongkok, dan negara-negara lain.
Pemimpin Arakan Rohingya itu juga berharap OKI bisa membawa isu Rohingya ke telinga Tiongkok dan Rusia.
OKI memiliki hubungan diplomatik aktif dengan negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB dan bila mereka mengambil inisiatif untuk menunjukkan kepada Rusia dan Tiongkok penganiayaan yang dialami komunitas Rohingya di Rakhine dan nasib mereka sebagai pengungsi di Bangladesh maka Rusia dan Tiongkok tidak bisa abai, terang Uddin.
Sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 750.000 warga Rohingya menyeberang dari Rakhine ke Bangladesh, menurut PBB. Mereka melarikan diri dari operasi keamanan yang membunuh, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya.
Setidaknya 9.000 Rohingya tewas di Rakhine antara 25 Agustus dan 24 September, menurut lembaga Dokter Lintas Batas (MSF).
Dalam sebuah laporan tertanggal 12 Desember, MSF mengatakan 71,7 persen Rohingya atau sekitar 6.700 orang tewas akibat kekerasan. Itu termasuk 730 anak-anak di bawah usia 5 tahun.