Enes Canlı
07 Mei 2018•Update: 08 Mei 2018
Enes Canlı
TUNIS
Untuk pertama kalinya, seorang perempuan menjadi wali kota dari ibu kota Tunisia.
Suad Ibrahim dari partai Gerakan Ennahda meraup 33,8 persen suara dalam pemilihan yang digelar pada Minggu.
Partai pendukungnya berhasil memenangkan pemilu lokal setelah menerima 27,5 persen suara, menurut televisi pemerintah Tunisia.
Komisi Tinggi Pemilihan Umum mengumumkan pemilu ditutup pukul 18.00 waktu setempat, dengan jumlah masyarakat yang menggunakan hak pilih hanya 33,7 persen.
Menurut penghitungan suara tak resmi, partai Nidaa Tounes, partai politik terbesar kedua dengan 55 wakil di parlemen, duduk pada posisi kedua dalam pemilu dengan perolehan suara 22,5 persen.
Sebanyak 179 tempat pembungutan suara terpaksa ditutup dengan alasan "keamanan", menuruti saran komisi tersebut.
Hasil resmi pemilu akan diumumkan pada 9 Mei.
Pemilihan umum ini dilihat sebagai langkah maju dalam proses transisi demokratis di negara tersebut, menyusul demonstrasi besar-besaran yang menggulingkan diktator Zine El Abidine Ali pada Januari 2011.