Hayati Nupus
27 Januari 2019•Update: 28 Januari 2019
Sena Guler
ANKARA
Jutaan warga Suriah yang tinggal di Turki akan dapat kembali ke tanah air mereka setelah Ankara membebaskan Manbij, Tal Rifaat dan wilayah timur Sungai Efrat dari teroris, ujar Presiden Turki pada Sabtu.
“Kami bertekad untuk menyelamatkan wilayah kami dari bencana lewat kerja sama dengan Rusia, Iran, AS, dan khususnya warga Suriah,” ujar Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam presentasi Partai Keadilan dan Pembangunan soal calon walikota untuk tenggara Provinsi Gaziantep.
Turki telah merampungkan semua persiapan untuk kemungkinan operasi militer Efrat di sebelah utara Suriah yang Ankara sebut akan melayani integritas teritorial di negara yang dilanda perang.
Erdogan juga mengatakan bahwa sekitar 300.000 warga Suriah telah kembali ke tanah air setelah upaya Turki membersihkan wilayah itu dari teroris.
Berbicara soal kelompok teror Daesh, dia mengatakan Turki adalah satu-satunya negara yang berjuang melawan organisasi tersebut.
“Kami telah menetralkan 3.000 anggota Daesh di al-Bab [Suriah],” tambah dia.
Sejak 2016, operasi Euphrates Shield dan Ranting Zaitun di barat laut Suriah telah membebaskan wilayah itu, termasuk Al-Bab, Afrin dan Azaz, dari teroris YPG/PKK dan Daesh, yang memungkinkan warga Suriah yang melarikan diri dari kekerasan kembali ke rumah.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK–yang diakui sebagai kelompok teroris oleh Turki, AS, dan UE–bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang. YPG/PYD adalah PKK cabang Suriah.