Sarp Özer
23 September 2017•Update: 26 September 2017
Sarp Özer
ANKARA
Pembangunan tembok perbatasan dengan tujuan mencegah aktivitas penyeberangan ilegal, penyelundupan, dan penyusupan teroris terus berlanjut dalam lingkup Proyek Sistem Keamanan Darurat Turki.
Sejumlah 731 km dari total proyek sepanjang 828 km telah selesai, sebut pejabat yang tidak mau disebutkan namanya.
Sisanya, 97 km diprediksi akan selesai akhir bulan ini, tambahnya.
Sebagai bagian dari langkah Turki meningkatkan keamanan perbatasan, mengurangi penyelundupan senjata dan penyeberangan perbatasan ilegal, Ankara meluncurkan proyek pembangunan dinding sepanjang 828 km ini pada 2015.
Turki memiliki garis batas sepanjang 911 km dengan Suriah, yang mengalami perang saudara sejak 2011.
Proyek tembok perbatasan ini menggabungkan unsur lapisan fisik, elektronik, dan pengembangan teknologi.
Lapisan fisik mencakup dinding beton modular, rute patroli, menara dan jalur penumpang. Lapisan elektronik terdiri dari sistem pengawasan jarak dekat, kamera termal, radar pengawasan darat, sistem senjata kontol jarak jauh, pusat kendali dan perintah, sistem penggambaran garis panjang dan sensor seismik dan akustik.
Sementara lapisan pengembangan teknologi mencakup pengawasan area yang luas, deteksi fiber-optic yang merusak laser, radar pengintai drone, jammers dan sistem pencahayaan jarak pendek yang dipicu sensor.