Muhammad Abdullah Azzam
09 Desember 2020•Update: 09 Desember 2020
Ahmet Gençtürk
ANKARA
Tentara bayaran dari perusahaan militer swasta Rusia Wagner Group dibayar untuk berperang di Libya dan Suriah, menurut penuturan seorang mantan tentara bayaran.
Mengatakan dirinya menghabiskan empat tahun di grup tersebut, Marat Gabidullin berbicara kepada kantor berita Meduza yang berbasis di Latvia tentang buku yang dia tulis tentang Wagner.
Gabidullin mengatakan dirinya melamar ke Wagner setelah menyelesaikan dinas militernya di tentara Rusia, dan selama wawancara dia terpengaruh atas keterbukaan perusahaan keamanan pada tujuannya.
"Saya diberitahu bahwa kami akan pergi berperang di tempat-tempat di mana negara kami memiliki kepentingan, dan kami mungkin mati terbunuh demi menjaga kepentingan itu," sebut dia.
Wagner akhir-akhir ini mengerahkan "petarung" yang tidak profesional di zona pertempuran, tambah dia.
"Lebih dari separuh pejuang adalah mereka yang memiliki pengalaman pertama kali dalam pertempuran. Pangkat senior Wagner sering bertindak seperti pengusaha daripada komandan militer. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa kami mengalami banyak korban di Libya,” ujar dia.
“Mereka juga tidak memperhitungkan kemungkinan keterlibatan Turki," imbuh Gabidullin.
"Pada 2019, saya menerima perintah terkait pemindahan warga Suriah yang berpengalaman tempur ke Libya. Begitu mereka tiba di sana, seorang komandan menelepon saya untuk menanyakan apakah mereka dapat melakukan serangan bunuh diri. Bagaimana mungkin menanyakan hal ini?" tanya dia terkait pengiriman petarung dari Suriah ke Libya.
Tugas penting yang dicapai oleh Wagner di Suriah
Mengkritik perwira militer Rusia di Pangkalan Udara Khmeimim, pangkalan utama Rusia di barat Suriah, Gabidullin menekankan bahwa tugas-tugas penting di Suriah diselesaikan oleh para petarung Wagner.
Dia menuduh beberapa komandan Rusia berbohong dan membuat pernyataan berlebihan kepada atasan mereka untuk menyembunyikan kegagalan.
Gabidullin juga mengungkapkan bahwa para pejuang Wagner masih aktif di zona pertempuran di Suriah, khususnya di daerah gurun, melawan kelompok teror Daesh/ISIS.