Rıskı Ramadhan
12 Desember 2017•Update: 12 Desember 2017
Gulsen Topcu
RAMALLAH
Sejumlah 62 orang dilaporkan luka-luka akibat bentrokan antara tentara Israel dan demonstran Palestina di Tepi Barat dan Gaza, Senin.
Aksi unjuk yang rasa di Palestina yang dimulai setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu pekan lalu masih berlanjut hingga kemarin.
Pasukan Israel di Tepi Barat dan Gaza berupaya membubarkan aksi dengan menggunakan senjata dan peluru plastik serta gas air mata.
Menurut pernyataan tertulis Bulan Sabit Merah Palestina, sejumlah 38 warga Palestina luka-luka di Tepi Barat, sembilan di antaranya terluka akibat tembakan senjata dan 29 orang lainnya luka-luka akibat tembakan peluru plastik. Selain itu sejumlah 14 warga Palestina juga dilaporkan dipukuli dan 73 orang lainnya mengalami risiko sesak nafas akibat gas air mata.
Sementara di Gaza, sejumlah 21 warga Palestina dilaporkan terluka akibat tembakan senjata, 3 orang terluka akibat peluru plastik dan 17 orang lainnya terkena efek gas air mata.
Warga Palestina terlibat bentrok dengan tentara Israel dalam aksi unjuk rasa di berbagai kota di Palestina sejak Kamis pekan lalu.
Meski bertentangan dengan resolusi DK PBB nomor 478 yang membatalkan deklarasi Israel mengumumkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota pada tahun 1980, Trump mengatakan, "sudah waktunya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," dalam sebuah konferensi pers pada 6 Desember lalu,
Trump juga menyatakan telah memberikan arahan kepada Departemen Luar Negeri AS untuk memulai persiapan pemindahan Kedutaan Besar dari Tel Aviv ke Yerusalem.