Muhammad Abdullah Azzam
14 Mei 2020•Update: 14 Mei 2020
Gulsen Topcu
TRIPOLI, Libya
Angkatan udara tentara Libya menargetkan pangkalan udara utama Al-Watiya yang ditempati oleh pasukan pro-komandan pemberontak Khalifa Haftar tiga kali dalam 24 jam terakhir.
Muhammed Kununu, juru bicara militer pemerintah Libya, mengatakan pada Selasa bahwa serangan udara dilakukan terhadap milisi Haftar dan kendaraan militer.
Dia mengatakan pengintaian dengan kendaraan udara juga dilakukan di daerah tengah dan barat untuk memantau pergerakan milisi Haftar di lapangan.
Sebelumnya pada hari yang sama, pasukan artileri tentara Libya juga menyerang pos di pangkalan udara Al-Watiya serta pangkalan yang digunakan oleh tentara bayaran dari Grup Wagner Rusia, yang mendukung Haftar.
Al-Watiya, saat ini dikendalikan oleh pasukan yang setia kepada Haftar, dianggap sebagai pangkalan udara utama di negara itu dan merupakan yang terbesar kedua setelah Bandara Internasional Mitiga.
Pangkalan itu direbut pada Agustus 2014 oleh Haftar, pemimpin pasukan bersenjata ilegal di Libya timur, yang menggunakannya sebagai markas pihaknya untuk operasi barat.
Haftar mengintensifkan serangan terhadap warga sipil sejak awal Mei setelah Tentara Libya memperoleh kemenangan dan memberikan kerugian besar pada milisinya.
Pasukan pemerintah telah diserang oleh tentara Haftar sejak April 2019, yang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang sejauh ini.
Angkatan Udara Libya kemudian meluncurkan Operasi Badai Perdamaian pada 26 Maret untuk melawan serangan-serangan di ibu kota.
Sejak lengser dan wafatnya Muammar Khadafi pada 2011, pemerintah Libya dibentuk di bawah kesepakatan politik yang dipimpin PBB pada 2015.