Maria Elisa Hospita
04 Mei 2019•Update: 06 Mei 2019
Ahmad Adil
CHANDIGARH, India
Topan Fani menghantam negara bagian Odisha, India, pada Jumat, hingga menyebabkan bangunan roboh dan banjir di sejumlah area.
Menurut pejabat setempat, setidaknya delapan orang tewas akibat bencana itu.
“Tiga orang, termasuk seorang remaja laki-laki, tewas di distrik Puri, sementara tiga orang lainnya tewas di Bhubaneswar dan daerah sekitarnya,” papar kantor berita Press Trust India.
Juru Bicara Kepala Pemerintah India, Sitanshu Kar, mengungkapkan sebanyak 160 orang terluka.
“Kerusakan akibat topan sangat masif. Bangunan, jalan, jaringan listrik dan telepon rusak,” kata Komisaris Bantuan Khusus Odisha Bishnupada Sethi kepada Anadolu Agency.
Dalam perkembangan selanjutnya, pada Sabtu pagi, Topan Fani - topan tropis terkuat yang melanda India dalam 20 tahun terakhir - menghantam negara bagian Benggala Barat.
Para ahli meteorologi mengatakan angin akan bergerak menuju Bangladesh.
Menurut Philip Klotzbach dari Colorado State University, Fani adalah topan terkuat di awal tahun ini di Samudra Hindia Utara sejak Topan Nargis pada 2008.
Otoritas India mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah mengevakuasi lebih dari satu juta penduduk ke lokasi yang lebih aman di negara bagian itu.
"Berdasarkan situasi terkini, kami memutuskan bahwa [bandara] Bhubaneswar akan melanjutkan layanan penerbangan komersial kembali mulai 4 Mei 2019," jelas Kementerian Penerbangan Sipil India.