Chandni
23 Februari 2018•Update: 23 Februari 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis mengutarakan niatnya mempersenjatai guru-guru sekolah yang terlatih untuk menghentikan maraknya insiden penembakan sekolah di AS.
Dalam serentetan cuitan Twitter, Trump mengatakan pentingnya memberikan senjata kepada sekitar 20 persen guru-guru sekolah. Langkah itu menurutnya bisa membuat penembak yang "sakit" mengurungkan niat mereka.
"Sekolah yang 'bebas senjata' sangat menarik bagai magnet untuk orang-orang jahat. SERANGAN BISA DIHENTIKAN!" cuit Trump. "Guru-guru yang sangat terlatih dan bisa menggunakan senjata bisa menjadi solusi untuk masalah ini, sebelum polisi tiba."
Proposal Trump ini datang seminggu setelah serangan di sebuah SMP di Florida menewaskan 17 siswa dan guru. Penembak menggunakan senjata semi-otomatis AR-15.
Menyusul kejadian itu, lebih dari 100 murid SMP Marjory Stoneman Douglas menggelar aksi unjuk rasa untuk mendesak anggota parlemen mengambil tindakan konkrit untuk mengakhiri fenomena penembakan di sekolah.
Namun representatif negara bagian Florida menolak merundingkan proposal larangan senjata.
Selain itu, Trump juga mengusulkan menaikkan usia minim pembelian senjata menjadi 21 tahun, melakukan pemeriksaan latar belakang intensit termasuk tes kesehatan jiwa, dan menyetop penjualan modifikasi 'bump stocks'.
Proposal itu mungkin tidak menerima dukungan di hadapan Kongres, dimana para anggota parlemen kerap menerima dukungan Asosiasi Senjata Nasional (NRA).
NRA selama ini menolak proposal menaikkan usia minimal pembelian senjata. Mereka mengatakan momen ini disalahkan gunakan oleh pihak anti-senjata yang memanfaatkan "sebuah tragedi sebagai alat politik".
"Gencarnya aksi yang mendukung pengetatan hukum senjata dan banyaknya media yang menggambarkan NRA dengan negatif...pikirkan itu," kata Wayne LaPierre, presiden NRA. "Para elit tidak memedulikan anak-anak sekolah. Bila mereka benar-benar peduli, mereka akan memberikan perlindungan."
Dalam sebuah rapat dengan pejabat-pejabat untuk merundingkan keamanan sekolah, Trump memprediksi NRA akan mendukung langkah menaikkan usia minim pembelian senjata namun sekali lagi mendesak agar guru-guru harus dipersenjatai.
"Kita harus memiliki pertahanan di dalam gedung sekolah. Bukan hanya tindakan pertahanan, namun juga kemampuan menyerang ofensif," kata Trump.
Setelah seorang wartawan mengatakan bahwa sebagian besar insiden penembakan sekolah dilakukan dengan senjata otomatis atau senjata laras panjang, Gedung Putih menjelaskan proposal Trump mengenai senjata untuk guru melibatkan "jenis senjata yang khusus".
Rencana Trump adalah untuk memberikan pistol kepada guru, yang sering tidak memiliki kapabilitas yang sama dengan senjata yang digunakkan penembak.