Maria Elisa Hospita
04 Juli 2018•Update: 04 Juli 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Presiden Donald Trump pada Selasa mengecam Badan Keamanan Nasional (NSA) yang melanggar privasi warga Amerika Serikat dengan mengakses data telepon genggam secara ilegal.
"Wow! NSA telah menghapus 685 juta panggilan telepon dan pesan teks. Pelanggaran privasi? Mereka malah menyalahkan masalah teknis. Sungguh memalukan. Perburuan Penyihir masih berlanjut!" cuit Trump.
Bulan lalu, NSA mengumumkan akan menghapus data panggilan telepon dan pesan teks yang telah dikumpulkan sejak 2015.
Badan tersebut beralasan bahwa pengumpulan data secara ilegal itu adalah "kesalahan teknis". NSA mengatakan bahwa pihaknya tengah membahas proses perbaikan.
Meskipun belum diketahui apakah ada keterkaitan antara penghapusan data yang dikumpulkan NSA dengan penyelidikan Penasihat Khusus Robert Mueller dalam kolusi Trump dengan Rusia selama masa kampanyenya pada 2016, Trump menuding penyelidikan tersebut sebagai "perburuan penyihir".
Program pengawasan tanpa jaminan NSA telah menjadi ancaman bagi kebebasan warga sipil sejak mantan kontraktor Edward Snowden mengungkapkan aspek-aspek negatif pada tahun 2013, yang memicu kemarahan di AS dan di luar negeri.
Mantan Presiden Barack Obama pun dipaksa untuk mengendalikan aspek yang paling kontroversial dari program tersebut.