Astudestra Ajengrastrı
06 Oktober 2018•Update: 07 Oktober 2018
Yousra Wannas
TUNIS
Presiden Beji Caid Essebsi pada Jumat mengumumkan perpanjangan status keadaan darurat negara Tunisia sebulan lagi.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh kantornya, Essebsi pada Jumat menerima Menteri Dalam Negeri Hisham al-Furati dan Menteri Pertahanan Abdul Karim al-Zubaidi di istana kepresidenan di Carthage.
Ketiganya dilaporkan membicarakan situasi keamanan negara -- dan kemampuan aparat keamanan nasional untuk memerangi terorisme -- sebelum memutuskan untuk memperpanjang status keadaan darurat.
Keadaan darurat pertama kali ditetapkan setelah Tunisia menghadapi demonstrasi besar di akhir 2010/awal 2011, yang mengakhiri rezim otokratis Presiden Zine El Abidine Ben Ali setelah hampir 25 tahun berkuasa.
Keadaan darurat kedua diberlakukan pada akhir 2015 setelah serangan teroris di Ibu Kota Tunis menewaskan belasan orang, termasuk personel keamanan.
Setelah diperbarui beberapa kali, status keadaan darurat memberikan kekuatan luar biasa kepada menteri dalam negeri, termasuk menetapkan jam malam dan menyensor media tanpa langkah hukum.