Ecenur Colak dan Gokhan Kavak
MONROVIA, Liberia
Turki mengharapkan Liberia untuk mengambil tindakan terhadap Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, di Monrovia, Selasa.
Menurut pemerintah Turki, FETO dan pemimpinnya Fetullah Gulen merancang percobaan kudeta Juli 2016 di Turki yang mengakibatkan 250 orang tewas sebagai martir dan hampir 2.200 orang terluka.
Turki meyakini FETO sebagai dalang di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintahan melalui infiltrasi ke institusi-intitusi, khususnya militer, kepolisian, dan kejaksaan.
Cavusoglu juga mengatakan bahwa FETO tidak hanya menjadi ancaman bagi Turki saja.
“Saya prihatin dengan perkembangan FETO di Liberia. Perlu digarisbawahi bahwa FETO dapat menjadi ancaman di mana saja, tidak hanya di Turki. Kami berharap saudara kami Liberia akan mengambil langkah tegas terhadap organisasi teroris dan segala aktivitasnya,” katanya dalam konferensi pers setelah pertemuannya dengan Menlu Marjon Kamara.
Cavusoglu menambahkan, “Saat investigasi dimulai, saya yakin Liberia akan semakin sadar mengenai ancaman ini. Saya juga menyarankan Menteri Kamara untuk mempertimbangkan upaya-upaya negara lain dalam penyelesaian masalah ini. Terutama semakin banyak negara Afrika yang sadar akan ancaman ini dan mengambil tindakan,”
Menurut Cavusoglu, FETO menggunakan nama Turki sehingga seakan-akan Turki mendukung organisasi teroris tersebut.
“Turki tidak mendukung organisasi teroris, organisasi ilegal. Mereka menginfiltrasi institusi-institusi negara dengan mendirikan sekolah dan memasukkan murid ke sekolah-sekolah tersebut. Ini adalah strategi terbaik bagi mereka,”
Cavusoglu mengatakan pertemuan dengan Kamara sangat bermanfaat dan menunjukkan keinginannya untuk meningkatkan hubungan dengan Liberia di berbagai bidang. Sebelumnya, Turki memutuskan akan membuka kedutaan di Liberia, juga mendorong Turkish Airlines untuk membuka layanan penerbangan ke Liberia.