Rhany Chairunissa Rufinaldo
10 April 2020•Update: 10 April 2020
Esin Isik, Aybuke Inal
ANKARA
Turki telah mengkarantina total 138.000 warganya sebagai langkah untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19).
Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu pada Kamis mengatakan dari jumlah tersebut, 122.500 dikarantina di 180 lokasi di seluruh negeri, sementara yang lain tinggal di asrama.
Dia mengatakan 85-90 persen dari masyarakat mengisolasi diri mereka pada hari kerja di kota-kota besar.
Otoritas sudah menjatuhkan hukuman kepada 26.000 orang yang melanggar perintah karantina.
Soylu menambahkan bahwa 10 juta masker didistribusikan setiap hari dan jumlah yang sama juga sedang diproduksi.
Dia mencatat bahwa pemerintah berharap bisa segera meningkatkan produksi menjadi 20 juta unit.
Turki mengkonfirmasikan 96 kasus kematian baru akibat Covid-19 pada Kamis, sehingga jumlah kematian menjadi 908.
Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan jumlah total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi melonjak menjadi 42.282 , setelah 4.056 orang dinyatakan positif terinfeksi virus dalam 24 jam terakhir.
Sebanyak 2.142 pasien dinyatakan pulih dan dipulangkan dari rumah sakit sejak awal wabah, sementara 1.552 pasien dirawat di unit perawatan intensif.
'Teroris akan menyesal menyerang warga sipil'
Menyinggung tentang pembunuhan lima warga desa di Turki tenggara oleh teroris YPG/PKK pada Rabu, Soylu mengatakan operasi terhadap mereka sedang berlangsung.
Dia mencatat bahwa negara itu telah melakukan 22.000 operasi sejak awal tahun ini untuk memerangi terorisme.
Dia memperingatkan bahwa siapa pun yang melakukan serangan akan menyesalinya.
Setidaknya lima orang telah ditangkap karena dugaan terlibat dalam serangan itu, menurut sumber-sumber keamanan.
Teroris YPG/PKK menanam bom pinggir jalan yang meledak ketika kendaraan yang membawa pekerja hutan melintas.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi. YPG adalah cabang Suriah dari PKK.