Beyza Binnur Dönmez
23 Februari 2022•Update: 24 Februari 2022
ANKARA
Ankara menentang setiap langkah yang akan menargetkan integritas teritorial Ukraina, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy via telepon pada Selasa.
Erdogan dan Zelenskyy membahas keputusan Rusia baru-baru ini yang mengakui wilayah Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri dari Ukraina, yang dikecam oleh Turki karena "tidak dapat diterima."
Zelenskyy berterima kasih kepada Erdogan karena mendukung Ukraina "pada keputusan provokatif terbaru" Rusia, kata Ukraina di Twitter.
Dia juga berterima kasih kepada pemimpin Turki karena mendukung inisiatif untuk mengadakan pertemuan puncak anggota tetap Dewan Keamanan PBB, dengan partisipasi Ukraina, Turki, dan Jerman.
Putin mengumumkan pengakuan itu dalam pidatonya pada Senin yang juga menyerang pemerintah Ukraina dan AS, dan menuduh Barat mengabaikan masalah keamanan penting Moskow.
Amerika Serikat (AS), dengan sekutu Eropanya, mengatakan Rusia sedang menyiapkan panggung untuk menyerang Ukraina setelah mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara dan peralatan berat di dan sekitar tetangganya.
Rusia membantah sedang bersiap untuk menyerang dan sebaliknya menuduh negara-negara Barat merusak keamanannya melalui ekspansi NATO ke perbatasannya.
Pada 2014, Moskow mulai mendukung pasukan separatis di Ukraina timur melawan pemerintah pusat, sebuah kebijakan yang telah dipertahankan selama tujuh tahun terakhir.
Konflik tersebut telah merenggut lebih dari 13.000 nyawa, menurut PBB.