Maria Elisa Hospita
07 November 2017•Update: 07 November 2017
ANKARA (AA) - Dalam perjalanan menuju Washington, Selasa, Perdana Menteri Turki meminta pengadilan Amerika Serikat segera mengambil langkah untuk mengekstradisi pimpinan kelompok teror yang mendalangi percobaan kudeta di Turki tahun lalu.
Kepada wartawan di Bandara Esenboga, Ankara, PM Binali Yildirim mengatakan, "Seluruh berkas ekstradisi untuk pemimpin FETO telah siap. Jika tumpukan data dan dokumen ini masih belum cukup, pasti ada hal lain yang terlibat sehingga menghambat proses ini".
Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, mendalangi percobaan kudeta pada 15 Juli 2016, yang menewaskan 250 jiwa dan menyebabkan hampir 2.200 luka-luka.
Ankara juga menuding FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintah dengan menginfiltrasi institusi-institusi negara, khususnya militer, kepolisian, dan kejaksaan.
Turki telah lama mencurigai AS sengaja memperlambat proses ekstradisi Gulen, karena Turki sudah mengajukan permohonan ekstradisi dengan jumlah bukti yang lebih dari cukup.
Kunjungan Yildirim ke AS kali ini untuk meningkatkan hubungan Turki-AS. Kemarin, kedua negara kembali melayani pengajuan visa setelah hampir sebulan lamanya berselisih karena penangkapan staf Turki di Konsulat AS yang diduga memiliki hubungan dengan FETO.