Maria Elisa Hospita
07 April 2019•Update: 08 April 2019
Yusuf Ozcan
PARIS
Kelompok Rompi Kuning pada Sabtu kembali memadati jalan-jalan di Prancis, menandai aksi protes yang telah berlangsung selama 21 pekan berturut-turut untuk menentang kepemimpinan Presiden Emmanuel Macron.
Demonstran berkumpul di Republique Square dan bergerak menuju La Defense, sebuah distrik bisnis di luar Paris.
Bentrokan antara polisi dan demonstran pun sempat terjadi.
Menurut laporan media Prancis, 43 orang ditangkap di Paris.
Delapan demonstran, termasuk pemimpin gerakan Rompi Kuning, Eric Drouet, didenda karena mencoba menggelar unjuk rasa di Champs-Elysees Avenue.
Berbeda dengan Kementerian Dalam Negeri Prancis yang menyebutkan bahwa 22.300 orang berpartisipasi dalam aksi protes itu, Rompi Kuning mengklaim bahwa jumlah demonstran pada Sabtu mencapai sebanyak 73.420 orang.
Selain Paris, unjuk rasa juga berlangsung di Kota Rouen dan Lille.
Aksi protes Rompi Kuning dimulai sejak November 2018, untuk menentang kenaikan harga bahan bakar, yang kemudian berkembang menjadi aksi protes pemerintahan Macron.
Sejak itu, sebanyak 8.400 demonstran telah ditangkap.
Demonstrasi yang kerap berubah ricuh telah menewaskan 11 orang dan melukai lebih dari 2.000 lainnya.