Maria Elisa Hospita
03 Juli 2018•Update: 04 Juli 2018
Qais Abu Samra
RAMALLAH, Palestina
Ratusan warga Palestina berunjuk rasa di Ramallah, Tepi Barat, pada Senin untuk menentang "Kesepakatan Abad Ini" - sebuah rencana untuk mencapai penyelesaian damai antara Israel dan Palestina.
Seorang anggota dewan pusat Fatah, Dalal Salama, menyatakan bahwa warga Palestina "bersatu melawan 'kesepakatan abad ini'".
Para pengunjuk rasa melambaikan spanduk yang menolak kesepakatan yang diusulkan dan membakar foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Unjuk rasa itu adalah pesan bagi pemerintah AS dan pemerintah Israel bahwa rakyat Palestina bersikeras untuk menyelesaikan konflik sesuai dengan resolusi PBB yang relevan dan menolak untuk mengorbankan hak-hak mereka," jelas Salama.
Dia menegaskan kembali komitmen rakyat Palestina untuk mendirikan negara Palestina dengan menjadikan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
Pekan lalu, penasihat senior Trump, Jared Kushner, menyebutkan bahwa detail dari kesepakatan yang diusulkan akan segera diumumkan.
Kushner baru-baru ini mengunjungi wilayah itu bersama dengan utusan perdamaian AS Jason Greenblatt untuk menggelar perundingan di Mesir, Arab Saudi, Yordania, Qatar, dan Israel demi mempromosikan "Kesepakatan Abad Ini".
Pemerintah Palestina, bagaimanapun, telah menolak mediasi AS sejak Desember lalu, ketika Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Yerusalem masih menjadi poros konflik Timur Tengah, karena rakyat Palestina mengharapkan Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota Negara Palestina merdeka.