İqbal Musyaffa
21 Februari 2019•Update: 21 Februari 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia sedang mempersiapkan untuk mengeluarkan kebijakan makroprudensial yang baru dan akomodatif sebagai penguatan kebijakan sistem pembayaran untuk memperluas pembiayaan ekonomi.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bentuk kebijakan tersebut masih dalam kajian, namun sudah tidak mengawang-awang.
“Instrumen makroprudensial yang baru kita bisa rumuskan untuk mendorong sektor prioritas baik UMKM, ekspor, ataupun pariwisata. Tunggu tanggal mainnya,” tegas Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Perry menambahkan meskipun kebijakan suku bunga BI masih memprioritaskan pada stabilitas eksternal, namun untuk kebijakan lainnya khususnya pada likuiditas tetap dikendurkan yang diarahkan untuk mendorong pembiayaan ekonomi dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
“Caranya, BI terus menempuh strategi operasi moneter untuk meningkatkan ketersediaan likuiditas dalam mendorong pembiayaan perbankan,” lanjut dia.
Perry menambahkan strategi operasi moneter BI untuk menyediakan likuiditas dengan memperbanyak frekuensi dan volume term repo, swap valas, dan berbagai langkah operasi moneter lainnya.