İqbal Musyaffa
08 November 2018•Update: 08 November 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia untuk bulan Oktober meningkat tipis sekitar USD400 juta menjadi USD115,2 miliar dari posisi bulan September yang sebesar USD114,8 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangan resminya, Kamis, mengatakan peningkatan cadangan devisa ini dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan penarikan utang luar negeri pemerintah yang lebih besar dari kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah.
“Penambahan devisa ini juga karena dampak dari stabilitas nilai tukar rupiah,” ungkap Agusman.
Posisi cadangan devisa pada Oktober, menurut dia, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa ini mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjada stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tegas dia.
BI memandang cadangan devisa tetap memadai didukung dengan keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif.
Sebagai informasi, posisi cadangan devisa Indonesia sejak awal tahun antara lain:
Januari: USD131,98 miliar
Februari: USD128,06 miliar
Maret: USD126 miliar
April: USD124,9 miliar
Mei: USD122,9 miliar
Juni: USD119,8 miliar
Juli: USD118,3 miliar
Agustus: USD117,9 miliar
September: USD114,8 miliar
Oktober: USD115,2 miliar