İqbal Musyaffa
20 Agustus 2019•Update: 21 Agustus 2019
JAKARTA
Ekonom senior yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan periode 2013-2014 Chatib Basri beranggapan besarnya defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) bukan masalah bagi Indonesia.
Dia berbeda pandangan dengan banyak ekonom lainnya yang menyoroti melebarnya CAD pada triwulan II tahun ini menjadi 3 persen dari PDB.
Menurut Chatib, beberapa negara lainnya juga memiliki CAD yang lebih besar dari Indonesia seperti Singapura yang mencapai 10 persen dari PDB sama halnya dengan China, sementara Vietnam baru mencapai surplus dalam transaksi berjalan pada tahun 2013.
Menurut dia, melebarnya CAD bukan masalah dan justru menjadi kunci untuk bisa mencapai pertumbuhan lebih dari 5 persen.
Selama ini Indonesia terjebak di pertumbuhan 5 persen karena setiap kali mau tumbuh, maka CAD melebar dan menjadi sorotan.
“Anda butuh investasi untuk tumbuh. Untuk investasi, anda perlu impor barang modal. Kalau impor barang modal naik, maka CAD juga naik,” imbuh Chatib dalam diskusi di Jakarta, Selasa.
Oleh karena itu, dia menegaskan CAD yang melebar bukan masalah karena dapat mendorong pertumbuhan, asalkan pembiayaan defisit berasal dari FDI, bukan dari investasi portofolio.
“Yang terpenting itu bukan CAD nya, tetapi sumber pembiayaannya apakah dari FDI atau bukan,” tegas Chatib.
Chatib beranggapan apabila CAD dibiayai oleh investasi asing langsung (FDI), maka dapat mendorong pertumbuhan karena modal dari FDI tersebut tidak bisa dibawa pulang oleh investor karena sudah berubah bentuk menjadi pembangunan seperti pabrik, jalan, dan lainnya.
“Orang asing investasi di infrastruktur bangun jalan kan aspalnya tidak bisa dibawa pulang kalaupun ada goncangan di AS,” urai dia.
Kondisi ini berbeda dengan sumber pembiayaan CAD yang berasal dari investasi portofolio seperti yang terjadi saat ini.
“Kalau investasi portofolio, setiap ada shock, investor bisa memindahkan uangnya kapan saja dan berpengaruh pada nilai tukar kita,” lanjut Chatib.
Dia mengatakan kondisi ini yang membuat banyak orang menyalahkan jumlah CAD karena sumber pembiayaannya masih berasal dari investasi portofolio sehingga nilai tukar menjadi berisiko mengalami fluktuasi.
Chatib mengatakan pemerintah saat ini terus berupaya meningkatkan investasi asing langsung yang masuk dengan mengurangi hambatan berinvestasi dan juga membenahi isu ketenagakerjaan.