İqbal Musyaffa
06 November 2017•Update: 07 November 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2017 sebesar 5,06 persen, hasil riset Badan Pusat Statistik (BPS).
Pertumbuhan ini lebih baik dari pertumbuhan triwulan III tahun lalu sebesar 5,02 persen. Pertumbuhan ekonomi triwulan III ini juga naik 3,18 persen dari triwulan II tahun ini.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh perbaikan harga komoditas migas dan non migas di pasar internasional seperti gandum, kopi, teh, dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).
“Harga komoditas hasil tambang seperti batu bara, biji besi, dan alumunium juga tumbuh,” ujar dia, Senin, di Jakarta.
Selain itu, Suhariyanto mengatakan negara-negara mitra dagang utama Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan ekonomi sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok di triwulan III naik dari 6,7 persen pada tahun lalu menjadi 6,8 persen pada triwulan III tahun ini. Sementara ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai 13,78 persen.
Begitupun pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) naik dari 1,5 persen menjadi 2,5 persen pada triwulan III 2017. Ekspor Indonesia ke AS mencapai 11,28 persen. Pertumbuhan ekonomi Singapura sebagai mitra dagang Indonesia dengan pembagian ekspor mencapai 6,06 persen juga tumbuh signifikan dari 1,2 persen menjadi 4,2 persen.
“Pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh inflasi yang terkendali,” ujar Suhariyanto.
Selain itu, realisasi belanja pemerintah pada triwulan III tahun ini mencapai Rp481,34 triliun atau 22,56 persen dari pagu APBN sebesar Rp2.133,3 triliun. Sementara belanja pemerintah triwulan III tahun lalu sebesar Rp440,14 tirliun atau 21,13 persen dari pagu 2016 sebesar Rp2.082,9 triliun.
Nilai ekspor barang Indonesia pada triwulan III tahun ini mencapai USD43,38 miliar atau naik 10,44 persen dari triwulan kedua. Angka ini naik 24,01 persen dari triwulan yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini, ujar Suhariyanto, juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di triwulan III tahun ini.
“Sementara dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha,” jelas dia.
Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa lainnya sebesar 9,45 persen, jasa informasi dan komunikasi 9,35 persen, dan jasa perusahaan sebesar 9,24 persen.
Kemudian dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 17,27 persen dan komponen impor 15,09 persen.