JAKARTA
Pemerintah Indonesia menyiapkan anggaran untuk tunjangan hari raya bagi aparatur sipil negara tahun ini sebesar Rp30,6triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dari total anggaran tersebut, Rp30,6 triliun untuk aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri dan pensiunan di tingkat pusat serta daerah.
“Itu angka yang besar dibandingkan dengan realisasi belanja APBN yang pada Maret sudah mencapai Rp300 triliun,” ujar Menteri Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis.
THR yang diberikan pemerintah menurut dia akan memberi dampak positif pada perekonomian nasional.
"Jadi nanti akan kita umumkan, PP-nya masih dalam proses dalam paraf bersama untuk selanjutnya ditandatangani bapak presiden,” ujar dia.
Lebaran tetap beli baju baru
Menteri Sri Mulyani menginginkan masyarakat tetap merayakan Lebaran dengan gembira dan bersyukur.
Jumlah THR yang cukup besar, menurut dia tetap akan menggerakkan perekonomian nasional meski ada larangan mudik.
Penerima THR, kata Menteri Sri Mulyani bisa mengirim kepada orang tua atau saudara di tempat asal mereka.
Masyarakat juga tetap bisa pergi ke mal, namun tetap harus menjaga protokol kesehatan, ujar dia.
Masyarakat juga tetap bisa memasak hidangan Lebaran meski tidak berkumpul, makanan itu bisa dikirim ke sanak saudara.
“Tetap beli baju baru, supaya nanti walaupun silaturahmi pakai (aplikasi) Zoom tetap bisa pakai baju baru. Sehingga muncul aktivitas (ekonomi) di masyarakat,” ujar dia.
Menteri Sri Mulyani berharap Ramadan dan Lebaran ini bisa menciptakan kesempatan kerja dan daya dukung ekonomi.
“Ini yang kita harapkan terjadi pada kuartal kedua dan ketiga, yaitu masyarakat bergerak secara relatif normal. Namun tetap menjaga protokol kesehatan,” ujar Menteri Sri Mulyani.
Anomali positif
Indonesia Menteri Sri Mulyani mengalami anomali positif, yaitu saat negara-negara lain mengalami lonjakan kasus Covid-19, di dalam negeri malah cenderung landai.
Karena itu masyarakat harus ikut menjaga penurunan tren ini, dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan di masa Lebaran.
“Karena kalau sampai terjadi seperti di India (lonjakan hingga 300.000 kasus per hari) pasti akan dipaksa berhenti lagi aktivitasnya,” ujar dia.
“Kita tidak boleh lelah mengingatkan. Tapi kita semua sudah adaptasi, melakukan penyesuaian kegiatan ekonomi,” ujar dia.
Wakil Menteri Keuangan Suahazil Suahasil Nazara mengatakan pemerintah juga melakukan percepatan penyaluran bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, pada April dan Mei.
“Ini juga untuk mendorong konsumsi dan komplemen kebijakan THR,” ujar dia.
Selain itu pemerintah juga mengkampanyekan agar masyarakat mengirimkan bingkisan Lebaran pada sanak saudara.
Pemerintah bekerja sama dengan platform khusus yang akan mengirimkan bingkisan sehingga bisa sampai sebelum Lebaran
“Jadi tidak mudik tapi bisa bagi-bagi rezeki dan bagi-bagi perhatian dalam rangka silaturahmi."
news_share_descriptionsubscription_contact



