Muhammad Nazarudin Latief
04 Januari 2018•Update: 04 Januari 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah optimistis ekspor akan tumbuh di kisaran 5-7 persen pada tahun ini.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan target ini ditetapkan setelah melihat perkembangan perekonomian dunia yang mulai membaik, dan menyesuaikan target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada APBN 2018.
Menurut Menteri Enggar, untuk mencapai target itu pemerintah berusaha memperluas pasar ke negara-negara non tradisional, sehingga volume perdagangan juga akan naik.
“Tidak ada ekonom yang meramalkan dunia akan krisis. Ekspor CPO kita juga selalu naik meski ada kampanye negatif,” ujar dia saat menjelaskan “Proyeksi Perdagangan 2018,” di Jakarta, Kamis.
Menurut Menteri Enggar, pasar non tradisional yang akan ditembus adalah kawasan Afrika yang termasuk Afrika Selatan, Nigeria, dan Mesir.
Kemudian kawasan Amerika Latin, yaitu Chile yang baru saja menyelesaikan Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi (IC CEPA) dan misi dagang. Dengan perjanjian dagang itu, Chile dan Indonesia sepakat menghapus bea masuk dan mengurangi beberapa tarif.
Langkah lain untuk meningkatkan ekspor adalah memaksimalkan pemanfaatan perjanjian serta kerja sama perdagangan dan komoditas.
Pemerintah juga akan menyelesaikan perundingan dan menginisiasi perdagangan internasional serta meratifikasi perjanjian yang sudah ada.
Optimisme pencapaian kinerja ekspor tahun ini, kata Menteri Enggar, juga tidak terlepas dari capaian positif kinerja ekspor 2017 yang diproyeksi bisa mencapai USD170,3 miliar, atau meningkat dari capaian 2016 yang hanya USD145,2 miliar.
Nilai ini terdiri dari ekspor migas sebesar USD15,50 miliar dan ekspor nonmigas USD154,80 miliar.
Ekspor nonmigas pada Januari-Desember 2017 diproyeksikan tumbuh sebesar 17,20 persen dan merupakan pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2012.