İqbal Musyaffa
25 November 2019•Update: 25 November 2019
JAKARTA
Indonesia mengundang 10 perusahaan Korea Selatan untuk bertemu dalam sela-sela acara KTT ke-30 ASEAN-Republic of Korea (ROK) di Busan, Senin.
Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) menjelaskan dalam keterangan resmi, Senin, bahwa sepuluh perusahaan tersebut antara lain Lotte Corporation, Posco, Hankook Technology Group, SK E&C, CJ Group, LG Chem, GS Global, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Doosan Corporation, dan The Export-Import Bank of Korea (KEXIM).
Direktur Promosi Sektoral Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Imam Soejoedi mengatakan para pimpinan perusahaan tersebut akan menghadiri pertemuan makan siang bersama Presiden Joko Widodo beserta Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Menteri lainnya.
Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo mengatakan Kepala BKPM sangat fokus untuk menarik investasi dan kerja sama dengan Korea Selatan.
“Selain sebagai salah satu sumber aliran Penanaman Modal Asing (PMA), Korsel masih menempatkan Indonesia di posisi ketiga sebagai negara destinasi investasi utamanya,” jelas Rizal.
Akan tetapi, dia mengakui bahwa Indonesia masih kalah dari Vietnam dalam menarik investasi dari Korea Selatan.
Rizal mengatakan total PMA Korea ke Indonesia dari 2014 hingga Kuartal III-2019 sebesar USD7,67 miliar.
Sektor atau industri yang dimasuki investor Korea antara lain mesin dan industri elektronik sebesar 14 persen dari total investasi, pertambangan 12 persen, pakaian, karet dan plastik 8 persen, dan lain-lain sebesar 51 persen.