Muhammad Nazarudin Latief
10 April 2019•Update: 10 April 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
PT Pertamina fokus menemukan cadangan minyak baru dengan melakukan new venture pada lima area eksplorasi baru, ujar salah seorang petinggi perusahaan tersebut.
Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan Samsu mengatakan salah satu wilayah kerja baru adalah Maratua di Provinsi Kalimantan Utara.
“Untuk eksplorasi lapangan baru, kami memiliki komitmen pasti investasi. Perseroan menyediakan dana investasi lebih dari USD200 juta untuk program seismik.
“Operasi pengembangan lapangan dilakukan untuk memastikan cadangan yang ditemukan bisa berubah menjadi produksi, yang belum terbukti menjadi terbukti. Cadangan yang belum dibor, akan dibor untuk membuktikan adanya cadangan Migas,” ujar dia dalam siaran pers, Rabu.
Menurut Dharmawan pada 2019 dari total sumur yang menjadi prioritas, terdapat 27 sumur eksplorasi di wilayah kerja existing dan 319 sumur eksploitasi.
Pengeboran sumur tersebut akan menerapkan teknik yang non-tradisional dan membuahkan hasil, ujar dia.
Menurut dia, pada kuartal pertama 2019 Pertamina berhasil menemukan cadangan minyak dari sumur Benewangi #J-01 dengan rata-rata produksi 540 barel minyak per hari.
Pertamina juga telah mengidentifikasi beberapa prospektif basement play di wilayah kerja sekitarnya dengan perkiraan prospective resources sekitar 500 MMBO. Prospek ini mempunyai petroleum system yang sejenis dengan Benewangi.
Pada Februari Pertamina juga menemukan cadangan migas dari sumur Randuwangi di kawasan Subang Jawa Barat, yang diperkirakan sebesar 15 MMBOE.
Pada kwartal ini Pertamina EP juga berhasil menemukan cadangan gas dan kondensat di area Pertamina EP Asset 4 di Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Menurut Dharmawan, penemuan sumur eksplorasi Morea-001 ini merupakan kelanjutan dari penemuan cadangan dari pengeboran eksplorasi tahun lalu di struktur Wolai dengan contingent resources sekitar 250 miliar kaki kubik gas (BCFG) plus beberapa juta barel minyak (MMBO).
“Tahun ini kami juga mentargetkan untuk dapat menyelesaikan survei seimik 2D seluas 31,000 km di daerah frontier Indonesia, dan mulai menyiapkan survei seismik 3D di WK eksplorasi Maratua," ujar Dharmawan.