Muhammad Latief
JAKARTA
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan konsumsi listrik menjelang dan hari raya Idul Fitri 2018 akan turun hingga 20 persen.
Alasannya, kata Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, banyak kantor dan pabrik yang tutup untuk libur Lebaran sehingga konsumsi listrik juga berkurang.
“Untuk Jawa malah bisa berkurang hingga 30 persen,” ujar dia saat memberi keterangan tentang persiapan sektor minyak, gas dan geologi menghadapi Lebaran, di Jakarta, Jumat.
Untuk konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) puncak konsumsi bensin diperkirakan naik rata-rata 14 persen menjadi 104.502 kiloliter dari semula 91.971 kiloliter.
Kenaikan tertinggi diperkirakan pada 9 Juni 2018 (H minus 6) menjadi 124.093 kL atau sekitar 35 persen. Selain itu pada 13 Juni (H-2) dengan kenaikan menjadi 121.337 kiloliter atau 32 persen.
Pada arus arus balik diperkirakan konsumsi tertinggi terjadi pada 19 Juni atau H+4 dengan kenaikan 32 persen atau menjadi 121.064 kiloliter. Selain itu pada 23 Juni atau H+8 dengan kenaikan sebesar 29 persen atau menjadi 118.510 kiloliter.
Sedangkan konsumsi BBM gasoil secara nasional diperkirakan naik rata-rata 8 persen menjadi 38.077 kiloliter dari semula 35.286 kiloliter, kenaikan tertinggi diperkirakan terjadi pada tanggal 9 Juni 2018 (H minus 6) dengan kenaikan menjadi 55.122 kiloliter (56 persen).
Diperkirakan terjadi penurunan konsumsi yang cukup signifikan yaitu pada hari H menjadi 14.205 kiloliyter.
“Pemerintah telah siapkan peningkatan stok penyaluran BBM serta beberapa layanan tambahan khusus untuk kondisi kepadatan arus mudik,” ujar dia.
Pemerintah, menurut Fanshurullah menyiapkan posko untuk memantau kecukupan energi selama musim Lebaran. Posko ini dibuka mulai "H-15" sampai "H+13" Lebaran, yaitu 31 Mei 2018 hingga 28 Juni 2018.
Menurut Fanshurullah, pihaknya akan menyediakan kios-kios BBM di sepanjang jalur tol maupun jalur non tol untuk memenuhi kebutuhan pemudik.
“Kami instruksikan Pertamina untuk menyediakan premium di semua SPBU jalan tol dan juga SPBU jalan utama (non tol) serta jalur angkutan umum dan jalur keramaian,” ujar dia.
Sementara itu, PT Pertamina mencatat ada kenaikan konsumsi LPG sekitar lima persen memasuki pekan kedua Ramadan.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito memperkirakan konsumsi LPG meningkat dari rata-rata 23.124 metric ton per hari menjadi 24.113 metric ton per hari selama masa Ramadan dan Idul Fitri nanti.
Puncak permintaan LPG akan terjadi pada sehari menjelang Idul Fitri hingga 17 persen dari rata-rata 23.124 metric ton per hari menjadi 27.000 metric ton per hari.
“Pertamina telah meningkatkan stok LPG di setiap depot. Saat ini secara nasional, stok LPG mencapai 363.042 metric ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan LPG selama 17,6 hari,” ujar dia.
Khusus untuk distribusi LPG, Pertamina telah menyiagakan 3.094 agen LPG PSO dan Non PSO, serta 31.612 pangkalan LPG PSO di seluruh Indonesia.
“Pertamina juga siapkan 49 SPPBE Kantong di Pulau Jawa untuk memastikan kelancaran suplai LPG selama arus mudik,” ujar Adiatma.
news_share_descriptionsubscription_contact

