İqbal Musyaffa
02 Mei 2019•Update: 02 Mei 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim harga beras saat ini masih rendah dan bahkan turun dari bulan sebelumnya karena masih masa panen.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan harga beras kualitas premium secara month to month pada April turun 3,56 persen menjadi Rp 9.465 per kilogram dari Maret yang seharga Rp 9.815 per kilogram.
Sementara secara year on year, harga beras premium juga turun 0,63 persen dari April tahun lalu yang seharga Rp 9.525 per kilogram.
“Harga beras kualitas medium pada April juga masih mengalami penurunan,” ungkap Suhariyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Secara month to month, harga beras kualitas medium turun 4,3 persen menjadi Rp 9.144 per kilogram dari harga pada saat Maret yang seharga Rp 9.555 per kilogram.
Begitupun secara year on year harga beras kualitas medium juga turun 0,83 persen dari Rp 9.221 per kilogram saat April tahun lalu.
Dia mengatakan beras kualitas rendah juga mengalami penurunan sebesar 3,61 persen secara month to month dari Rp 9.271 per kilogram pada Maret menjadi Rp 8.936 per kilogram pada April tahun ini.
Bila dilihat secara year on year, harga beras kualitas rendah juga turun 0,61 persen dari April tahun lalu yang seharga Rp 8.991 per kilogram.
“Penurunan harga beras ini karena terjadi penurunan harga gabah di tingkat penggilingan dan juga petani,” imbuh Suhariyanto.
Suhariyanto mengatakan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat penggilingan secara month to month mengalami penurunan 5,53 persen dari Rp 4.706 per kilogram pada Maret menjadi Rp 4.446 per kilogram pada April tahun ini.
Kemudian secara year on year juga mengalami penurunan 4,25 persen dari harga pada April tahun lalu sebesar Rp 4.643 per kilogram.
Dia menambahkan untuk harga gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan juga turun 7,65 persen month to month dari Rp 5.654 per kilogram menjadi Rp 5.221 per kilogram.
Sementara secara year on year juga turun 2,71 persen dari harga April tahun lalu sebesar Rp 5.367 per kilogram.
Suhariyanto juga menjelaskan pada tingkat petani, harga GKP turun 5,37 persen mont to month dari Rp 4.604 per kilogram menjadi Rp 4.357 per kilogram.
Secara year on year, harga GKP juga turun 4,37 persen dari harga pada April 2018 sebesar Rp 4.556 per kilogram.
Selain itu, harga GKG di tingkat petani secara month to month juga turun 7,29 persen dari Rp5.530 menjadi Rp 5.127 per kilogram pada April 2019.
Apabila dilihat secara year on year, harga GKG turun 2,21 persen dari harga April tahun lalu Rp 5.242 per kilogram.
Suhariyanto mengatakan rendahnya harga gabah dan beras telah menjadi salah satu penyumbang deflasi pada inflasi April sebesar -0,06 persen.
“Harga ini memang menguntungkan konsumen, tetapi perlu jadi perhatian bersama agar harga petani tidak terlalu jatuh saat panen karena masih ada yang harganya di bawah harga pokok penjualan (HPP),” kata Suhariyanto.
Dia menjelaskan, rendahnya harga gabah pada saat panen membuat nilai tukar petani (NTP) tanaman pangan mengalami penurunan 1,21 persen dari 105,31 pada Maret menjadi 104,03 pada April 2019.
Sementara secara keseluruhan, NTP mengalami penurunan 0,49 persen dari 102,73 menjadi 102,23.