İqbal Musyaffa
20 Desember 2018•Update: 21 Desember 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia menilai rupiah bergerak sesuai dengan mekanisme pasar dan konsisten mendukung penyesuaian sektor eksternal.
“Rupiah pada November 2018 menguat sebesar 6,29 persen secara point to point dibandingkan level bulan sebelumnya,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis.
Penguatan rupiah menurut Perry, dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing yang cukup besar akibat dampak positif perekonomian domestik yang tetap kondusif dan eskalasi ketegangan hubungan dagang AS-Tiongkok yang sempat mereda.
Pada Desember 2018, dia menyebut rupiah mendapat tekanan yang dipengaruhi kembali meningkatnya ketidakpastian global serta meningkatnya permintaan valuta asing musiman untuk kebutuhan akhir tahun.
Perry menambahkan Bank Indonesia terus mewaspadai risiko ketidakpastian pasar keuangan global dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya, dengan tetap mendorong berjalannya mekanisme pasar dan mendukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan.
Perry juga mengaku senang dan menyambut positif perkembangan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) yang turut andil menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Volume maupun transaksi supply demand DNDF menurut dia, terus bergerak lebih baik.
“Wajar kalau di awal pelaksanaan DNDF (1 November lalu), supply demand belum besar, tapi terus membaik setiap hari,” ujar Perry.
Perdagangan offshore Non-Deliverable Forward (NDF) imbuh dia, juga sudah cenderung mengikuti pergerakan DNDF.
“Ini sama seperti waktu kami terbitkan Jissdor. Fixing swap di luar negeri juga gunakan Jissdor sebagai referensinya,” jelas dia.
Jumlah pelaku dalam DNDF menurut Perry, juga sudah banyak dan tidak hanya bank domestik. Perry menyebut perbankan asing, investor asing, dan korporasi sudah bertransaksi melalui DNDF. BI menegaskan akan terus melakukan langkah untuk memperdalam pasar DNDF.
“Kami komunikasi dengan korporasi serta perbankan dalam dan luar negeri untuk lebih banyak menggunakan DNDF sebagai bagian dari lindung nilai dan pemenuhan kebutuhan valas mereka,” urai Perry.