Muhammad Nazarudin Latief
26 April 2020•Update: 26 April 2020
JAKARTA
Bank Dunia memperkirakan pengiriman uang global turun sekitar 20 persen tahun ini akibat krisis ekonomi yang disebabkan lockdown dan pembatasan gerak karena pandemi Covid-19.
Penurunan terjadi karena para pekerja migran juga mengalami pengurangan upah bahkan kehilangan pekerjaan.
Menurut Bank Dunia, mereka adalah kelompok yang rentan selama krisis ekonomi di negara mereka bekerja.
“Pengiriman uang adalah sumber pendapatan vital bagi negara-negara berkembang,” ujar Presiden Group Bank Dunia David Malpass, dalam siaran pers.
“Resesi ekonomi yang karena wabah Covid-19 ini telah menurunkan kemampuan mengirim uang ke rumah. Hal ini membuat kita harus bekerja keras mempersingkat waktu pemulihan ekonomi.”
Pengiriman uang ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMICs) diproyeksikan akan turun sebesar 19,7 persen menjadi USD445 miliar, sekaligus menjadi tanda banyaknya rumah tangga rentan yang kehilangan pendapatan.
Studi Bank Dunia menunjukkan bahwa pengiriman uang berhasil mengurangi kemiskinan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah serta meningkatkan hasil gizi keluarga, meningkatkan akses pendidikan serta mengurangi jumlah pekerja anak.
Menurut Malpass penurunan pengiriman uang mempengaruhi kemampuan keluarga membelanjakan uang, karena dana keluarga digunakan memenuhi kebutuhan pangan.
Menurut dia, Bank Dunia membantu negara-negara anggota memantau aliran pengiriman uang melalui berbagai saluran, biaya dan keamanan serta aturan untuk melindungi integritas keuangan yang mempengaruhi aliran pengiriman uang.
“Bekerja dengan negara-negara G20 dan komunitas global untuk mengurangi biaya pengiriman uang dan meningkatkan inklusi keuangan bagi kaum miskin,” ujar dia.
Aliran pengiriman uang diperkirakan akan jatuh di semua wilayah, terutama di Eropa dan Asia Tengah (27,5 persen), diikuti oleh Afrika Sub-Sahara (23,1 persen), Asia Selatan (22,1 persen), Timur Tengah dan Afrika Utara (19,6 persen), Amerika Latin dan Karibia (19,3 persen), dan Asia Timur dan Pasifik (13 persen).
Penurunan besar dalam aliran pengiriman uang pada 2020 ini terjadi setelah pengiriman uang ke negara-negara berpenghasilan rendah mencapai rekor USD554 miliar pada 2019.
Pada tahun itu, pengiriman uang bahkan lebih tinggi dari aliran modal asing.
Remitansi ini menurut Bank Dunia akan mulai pulih pada 2021, naik sebesar 5,6 persen menjadi USD470 miliar.
Di masa lalu pekerja mengirim lebih banyak uang ke rumah pada saat krisis dan kesulitan di rumah. Namun, kali ini, pandemi telah memengaruhi semua negara, menciptakan ketidakpastian tambahan.
Direktur Perlindungan Sosial dan Pekerjaan Global Bank Dunia Michal Rutkowski mengatakan, "Sistem perlindungan sosial yang efektif sangat penting untuk melindungi orang miskin dan rentan selama krisis ini di negara berkembang maupun negara maju.
Di negara-negara tempat mereka bekerja, intervensi perlindungan sosial juga harus mendukung populasi migran.