20 Oktober 2017•Update: 21 Oktober 2017
Parach Mach
JUBA, Sudan
Setidaknya 5.000 anak Sudan Selatan telah dipulangkan kembali ke keluarganya sejak konflik meletus di Sudan pada 2013, kata UNICEF, Rabu.
Dalam sebuah pernyataan bersama, UNICEF, Organisasi Save the Children, dan organisasi lainnya mengatakan: "Sebanyak 16.055 anak tanpa wali dan anak yang terpisah dari keluarganya telah terdaftar dalam organisasi penelusuran keluarga di Sudan Selatan. Program ini akan terus berjalan untuk mempertemukan kembali lebih dari 10.000 anak dan keluarganya."
Mempertemukan kembali anak-anak dan keluarganya di sebuah negara yang hampir tidak memiliki infrastruktur dan sambungan telepon di banyak wilayahnya merupakan proses yang sulit.
Staf program seringkali menghabiskan waktu hingga berjam-jam hanya untuk mencari keluarga.
Sudan Selatan telah terlibat dalam konflik antara pemerintahan Presiden Salva Kiir dengan kelompok pemberontak yang dipimpin Wakil Presiden Riek Machar sejak Desember 2013.
Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu jiwa, menyebabkan hampir empat juta jiwa meninggalkan rumahnya, termasuk lebih dari satu juta warga yang mengungsi ke negara-negara tetangga.
Pemimpin regional mau pun internasional telah menyerukan agar konflik di Afrika Timur segera diakhiri, namun banyak kesepakatan telah diabaikan oleh kedua pihak.