Chandni
23 November 2017•Update: 23 November 2017
DOHA
Perdana Menteri Qatar Abdullah bin Nasser al-Thani pada Kamis menuduh krisis Teluk itu sengaja diciptakan agar bisa campur tangan dalam urusan internal Qatar.
Dalam pidato televisi, al-Thani mengatakan, "Tujuan krisis ini jelas dan semua bisa melihat target mereka itu untuk ikut campur dalam urusan dalam negeri Qatar. Itu menjadi batas bagi penduduk Qatar."
"Blokade dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir itu tujuannya untuk ikut campur dalam urusan Qatar dan itu tidak bisa diterima," kata dia.
Solusinya hanya satu, kata al-Thani, yaitu "berdialog tanpa merusak kedaulatan Qatar".
Juni lalu, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahraiin memutus hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar dan menuduh Doha mendukung terorisme.