17 Oktober 2017•Update: 17 Oktober 2017
Gülşen Topçu
BAGHDAD
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz menyatakan dukungannya terhadap kesatuan tetorial Irak dan menentang referendum tidak sah yang diadakan pemerintah otonom Kurdi Irak (KRG).
Dalam pembicaraan teleponnya dengan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi, Raja Salman mengaku terus mengikuti perkembangan di wilayah Kirkuk.
Menurut konstitusi, kata Abadi, Kirkuk harus berada di bawah kendali pemerintah federal dan pemerintah berkewajiban mengerahkan tentara dengan cepat tanpa menyebabkan kehilangan nyawa.
Sebelumnya, Komando Operasi Gabungan Irak menegaskan tentara Irak telah menguasai kota Kirkuk seutuhnya.
Kepada Raja Salman, Abadi juga mengatakan keinginannya membangun hubungan baik dengan Arab Saudi.
Irak, kata Abadi, berencana mengirim komite ke Arab Saudi untuk menandatangani perjanjian kerjasama pada pekan depan.