11 Agustus 2017•Update: 11 Agustus 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Tantangan yang dihadapi ASEAN di masa mendatang tidak mudah, termasuk menghadapi rivalitas negara besar yang berebut pengaruh di kawasan regional atau pun global. Oleh karena itu, Indonesia menghimbau ASEAN harus mampu menjaga kesatuan dan sentralitas guna mewujudkan stabilitas kawasan.
“Hanya dengan bersatu ASEAN akan bisa menjaga sentralitas mewujudkan cita-cita bersama dan menentukan masa depan sendiri tanpa didikte kepentingan negara besar,” kata Presiden Joko "Jokowi" Widodo dalam sambutannya di acara peringatan 50 tahun ASEAN di Jakarta, Jumat.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh mengatakan setelah berjalan lima dekade, kawasan Asia Tenggara saat ini telah berkembang bila dibandingkan pertama kali ASEAN dibentuk pada tahun 1967.
Pada awal pembentukannya, banyak yang meragukan ASEAN dapat bertahan dengan keberagaman kondisi negara anggotanya. “Inilah visi kesatuan dalam keragaman yang telah membuat ASEAN senantiasa relevan dan abadi. Selama bertahun-tahun, ASEAN telah mampu mengembangkan kesepahaman yang semakin mendalam di antara negara-negara anggotanya,” kata Le Loung Minh.
Selain harus mampu menjaga stabilitas kawasan, Presiden Jokowi juga menekankan ASEAN harus terus berperan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat 10 negara anggotanya, terutama terkait peningkatan kesejahteraan.
“Bila dianggap tidak bermanfaat, maka rakyat akan mempertanyakan eksistensi ASEAN,” ujar Jokowi
Presiden juga mengingatkan agar apa yang terjadi dengan Brexit harus menjadi pelajaran untuk semua negara anggota ASEAN.
“Kita memang harus bekerja keras agar rakyat ASEAN merasakan manfaat dari adanya ASEAN," kata presiden lagi.