22 Oktober 2017•Update: 24 Oktober 2017
KAIRO
Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan 16 polisi tewas dan 13 lainnya terluka dalam baku tembak dengan militan pada Jumat di barat daya ibukota Kairo. Pencarian juga sedang dilakukan terhadap seorang perwira polisi yang hilang.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas bentrokan di tempat persembunyian militan di wilayah al-Wahat al-Bahriya, provinsi Giza, tersebut.
Peringatan keamanan telah diumumkan untuk memburu militan. Patroli keamanan juga akan diberlakukan hingga ke Gurun Barat.
Kronologi baku tembak tersebut hingga kini masih belum jelas. Kementerian Dalam Negeri mengatakan baku tembak terjadi dalam upaya untuk menangkap sejumlah militan.
Sumber keamanan mengatakan pasukan tersebut disergap selama penggerebekan.
Media lokal dan sumber keamanan yang tidak mau disebutnya namanya menyebut korban tewas dari pihak keamanan mencapai sekitar 60 orang.
Mesir dilanda kekacauan sejak pertengahan 2013, ketika militer menggulingkan Mohamed Morsi, presiden pertama yang dipilih secara demokratis sekaligus pemimpin kelompok Ikhwanul Muslimin.
Sejak pengusiran Morsi, pihak berwenang Mesir menindak keras segala jenis pemberontakan, membunuh ratusan – juga memenjarakan ribuan – pendukung Morsi.