Hayati Nupus
01 Oktober 2018•Update: 02 Oktober 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 114 warga negara asing (WNA) di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, saat gempa yang disusul tsunami terjadi Jumat lalu.
WNA itu berasal dari Singapura, Belgia, Korea Selatan, Prancis, Spanyol, Malaysia, Vietnam, Thailand, Cina, Sri Lanka, Belanda, Jerman, dan Swiss.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho pada Senin mengatakan bahwa sebagian WNA sudah berhasil dievakuasi atau menunggu evakuasi, sementara beberapa di antaranya dilaporkan masih hilang.
Di antara WNA yang hilang, ada satu WNA Belgia masih belum diketahui keberadaannya, juga satu WNA asal Korea Selatan yang diduga posisinya di Hotel Roa Roa, Palu, yang runtuh karena gempa.
Sementara itu enam WNA asal Prancis saat ini kondisinya juga masih belum diketahui
Sutopo mengatakan proses evakuasi WNA dikoordinir langsung oleh Kementerian Luar Negeri.
Mereka yang telah dievakuasi, menurut Sutopo, dibawa keluar dari Palu dan Donggala menggunakan pesawat atau transportasi lainnya agar segera keluar dari daerah bencana.
Gempa bumi berkekuatan M 7,4 mengguncang Palu, Donggala dan Mamuju, Sulawesi Tengah, pada Jumat, disusul oleh tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mencatat, hingga pukul 11.00 WIB hari ini, sudah terjadi 254 kali gempa susulan dengan tren mengecil, sembilan di antaranya terasa.