Hayati Nupus
JAKARTA
Gempa tektonik berkekuatan 6,6 SR mengguncang Bengkulu, Minggu, pukul 10.08 pagi waktu setempat. Pusat gempa berada di laut kedalaman 10 KM berjarak 71 KM Barat Daya Bengkulu Utara.
“Gempa tidak berpotensi tsunami,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanganan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu.
Getaran gempa terasa hingga pesisir Kota Padang, Kepulauan Mentawai dan sejumlah daerah di Sumatera Selatan.
Berdasarkan analisis peta gempa, intensitas gempa ringan hingga sedang, dari I-V MMI. Gempa tidak mengakibatkan kerusakan massif.
“Umumnya bangunan akan mengalami kerusakan parah dan menimbulkan korban jiwa apabila intensitasgempa di atas VI-VII MMI,” ujar Sutopo.
Saat ini BPBD masih memantau kondisi di daerah terdampak.
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Tidak terpancing isu-isu menyesatkan, tambah Sutopo.
Sementara itu, Kantor Berita Antara melaporkan kalau gempa tersebut menyebabkan masyarakat berhamburan keluar rumah.
Guncangan gempa dirasakan kurang dari satu menit dengan pola guncangan awal vertikal lalu horizontal atau mengayun, membuat warga berhamburan keluar rumah.
"Sangat kuat guncangannya, kami teringat gempa tahun 2007,"kata Ardiansyah, warga Kelurahan Timur Indah, Kota Bengkulu.
Namun, setelah guncangan gempa mereda, warga kembali ke rumah masing-masing dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Gempa dengan kekuatan 7,3 SR dan 7.9 SR pernah mengguncang Bengkulu pada 2000 dan 2007.
Tumbukan dua lempeng aktif Indoaustralia dan Eurasi menjadi pemicu gempa berpusat di laut kerap melanda wilayah ini dan pesisir pantai barat Sumatera lainnya.