04 November 2017•Update: 06 November 2017
Michael Hernandez
WASHINGTON
Ribuan orang berkumpul di depan gerai-gerai resmi Apple di seluruh AS pada Jumat, dengan harapan bias membawa pulang ponsel pintar seri terbaru perusahaan teknologi ini.
iPhone X menawarkan teknologi-teknologi baru yang menggiurkan bagi Apple fanboy, sebutan bagi para pecinta merek ini. Di antaranya adalah layar OLED “Super Retina” dengan resolusi tinggi, kemampuan menge-charge tanpa kabel, dan kamera 12 megapixel.
Namun perbedaan yang paling mencolok dari seri terbaru iPhone ini adalah keputusan Apple untuk membuang home button, dan memakai teknologi kamera pengenal wajah untuk membuka kunci ponsel.
Ulasan untuk iPhone x sebelumnya banyak yang bernada positif, meski beberapa meragukan teknologi facial recognition yang dipasang akan memenuhi ambisi Apple.
Walaupun, harganya yang tinggi adalah alasan utama beberapa orang mengaku enggan membelinya. Seri terbaru ini dipatok dengan harga USD999 atau sekitar Rp13,5 juta yang berkapasitar 64 gigabit. Harga ini naik menjadi Rp15,5 juta untukversi 256 gigabit.
Ini adalah harga termahal ponsel Apple.
Beberapa masyarakat AS, seperti Chris Rotella, memilih menggunakan kredit bulanan untuk meng-upgrade ponselnya dari model yang lebih lama. Kata dia, dengan system kredit ini dia hanya perlu membayari selisih harganya saja.
“Anda memakai handphone leboh dari apapun, kalau kita bicara alat elektronik,” kata dia.
Rotella bahkan berhasil menghindari antrian panjang berjam-jam dan membawa pulang model terbaru ini dengan mudah karena sudah melakukan pre-order.
Lain lagi dengan Jim Hellaron, yyang dating dari Cleveland. Dia pria dengan urutan antrian paling depan di depan toko Apple di Georgetown, Washington DC.
“Saya ingin mendapatkan ponsel ini secepat mungkin,” kata dia.
Saham Apple meroket lebih dari 3 persen pada pembukaan Wall Street di Jumat, sehingga menambah valuasi perusahaan ini menjadi di atas USD900 juta.