19 Juli 2017•Update: 19 Juli 2017
Halil Ibrahim Baser, Halil Demir, Ali Ebubekir Tokcan, Emin Ileri, Hikmet Faruk Baser, Muhammed Gencebay Gur
ISTANBUL
Jutaan warga Istanbul bersusah payah mencapai kantor Selasa pagi setelah kota tersebut diguyur hujan deras dan menganggu jaringan transportasi.
Banjir bandang menenggelamkan jalan raya dan pengemudi terpaksa harus meninggalkan kendaraan mereka.
Sejumlah jalur underpass bawah tanah, persimpangan serta halte bis dan kereta tidak bisa digunakan sehingga ribuan warga terdampar, menurut laporan Anadolu Agency.
Mereka yang nekat menembus hujan akhirnya basah kuyup dan banyak juga yang harus sampai menanggalkan alas kaki.
Jalur kereta bawah tanah dari bandara Ataturk International Airport kebanjiran dan hal yang sama terjadi di jalur bawah tanah Avrasya yang baru diresmikan pada Desember 2016.
Lintasan trem antara area Bagcilar menuju Kabatas di sepanjang selat Bosporous juga dihentikan sementara.
Gedung-gedung perkantoran pun kebanjiran dengan arus air yang merubuhkan pohon dan tiang listrik. Sejumlah kecelakaan kecil juga telah dilaporkan.
Pemerintahan kota Istanbul menghimbau warga meninggalkan kendaraan di rumah bila memungkinkan, untuk mengantisipasi masalah lalu lintas lainnya.
Banyak dari 15 jut warga Istanbul bergantung pada transportasi feri setiap hari namun cuaca ekstrem berdampak pada itu juga.
Operator bis laut dan feri Istanbul (IDO) membatalkan beberapa layanan. Menurut prakiraan cuaca hujan akan tetap deras hingga sore, disertai angin kencang.