Erric Permana
05 September 2017•Update: 07 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyatakan bakal membawa isu kekerasan terhadap muslim Rohingya yang diduga dilakukan militer Myanmar ke Sidang Umum Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) pada 19 September mendatang. Rencananya Jusuf Kalla yang mewakili Indonesia pada sidang umum di New York tersebut.
Menurut Jusuf Kalla, Indonesia akan menyinggung Isu Rohingya dalam sidang umum serta membicarakannya dengan pemimpin dunia yang menjadi anggota PBB. “Tentu akan menjadi bagian pembicaraan juga, karena dewan keamanan sudah membicarakan,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya.
Selain itu juga, Wakil Presiden Jusuf Kalla akan membahas permasalahan kekerasan tersebut dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Kazakhtan pada 10 – 11 September mendatang.
“KTT OKI di Kazakhstan itu tentang sains dan teknologi, tidak menyangkut masalah politik, tapi tentu saya akan ketemu dengan banyak pemimpin kita akan juga membicarakan,” tambahnya.
Kekerasan terhadap muslim Rohingya pada pekan lalu di Rakhine State Myanmr menyebabkan hampir seratusan orang tewas. Pemerintah Indonesia pun mengecam aksi ini dan melakukan sejumlah pertemuan untuk menghentikan peristiwa itu terjadi.
Presiden RI Joko Widodo pun mengutus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk bertemu dengan Sekjen PBB Antonio Guterres dan juga sejumlah petinggi di Myanmar. Salah satunya, State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi pada Senin lalu.
Retno pun mengusulkan usulan. Usulan tersebut berupa formula 4+1 untuk mengakhiri kekerasan terhadap warga Rohingya, yaitu mengembalikan stabilitas dan keamanan; tidak menggunakan kekerasan, melindungi semua warga tanpa memandang suku dan agama, dan membuka akses bantuan keamanan.