Erric Permana
07 Agustus 2018•Update: 08 Agustus 2018
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengakui proyek kerja sama pembuatan pesawat tempur Korea - Indonesia KFX/IFX tidak berjalan mulus
Dia menyatakan proyek tersebut mengalami kendala lantaran kondisi perekonomian dalam negeri.
"Tidak dikurangi, dilambat-lambatkan menunggu supaya ekonomi baik. Kalau digagalkan tidak enak dengan Korea," katanya.
Menteri juga menambahkan nantinya anggaran untuk proyek kerja sama itu tetap masuk dalam RAPBN 2019.
Sebelumnya, Pesawat Tempur KFX dan IFX merupakan pesawat tempur generasi 4.5 mengungguli pesawat tempur jenis F-16 dan F-18 buatan Amerika Serikat.
Dalam pembuatannya, Pemerintah Indonesia melibatkan PT Dirgantara Indonesia.
Pembiayaan proyek ini menggunakan skema 80 persen dari Pemerintah Korsel dan 20 persen dari Pemerintah Indonesia.
Direncanakan proyek pengembangan tersebut hingga 2026 mendatang. Anggaran yang dikeluarkan Indonesia hingga 2016 lalu untuk proyek tersebut menelan Rp21,6 triliun.