Hayati Nupus
13 September 2018•Update: 13 September 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah Indonesia dan China meneken nota kesepahaman kerja sama Geopark Toba, Sumatera Utara, dan Yandangsan, China, di Campiglio, Italia.
Penandatanganan nota kerja sama itu dilakukan oleh General Manager (GM) Geopark Kaldera Toba, Hidayati, dan GM Geopark Yandangsan Zhu Xiao Kung, di sela-sela Konferensi Internasional Geopark Global UNESCO ke-8 pada Rabu, di Campiglio, Italia.
“Kami sepakat untuk saling bertukar pengalaman tentang pengelolaan geopark, perlindungan warisan geologi, pelatihan staf, marketing dan promosi, serta pengembangan pariwisata dan jejaring,” ujar Hidayati pada Kamis, lewat keterangan pers.
Hidayati menekankan pentingnya kerja sama antarpengelola geopark yang tergabung dalam jaringan geopark global UNESCO.
Setelah ini, kata Hidayati, kedua lembaga akan menyusun rencana kerja sama tahunan dan teknis pengelolaan geopark, serta saling membantu promosi.
“Ini penting untuk pengembangan geopark kita ke depan,” kata Hidayati.
Konferensi internasional UNESCO ini digelar 8-14 September 2018. Bersama 800 delegasi dari berbagai negara, Indonesia berbagi pengalaman dengan pengelola geopark lain dari berbagai negara soal proses konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Indonesia kayak akan geopark. UNESCO telah menetapkan beberapa di antaranya sebagai warisan taman bumi dunia. Yaitu Geopark Batur, Bali, Geopark Gunung Sewu, Yogyakarta-Jawa Timur, dan Geopark Ciletuh, Jawa Barat.
Selain itu, Indonesia memiliki sejumlah geopark lainnya, yaitu Kaldera Toba, Merangin Jambi, Belitong, Raja Ampat, Tambora, Maros-Pangkep dan Bojonegoro.